Hot!

Other News

More news for your entertainment

Penduduk dan kepala keluarga Desa Kadawung



Penduduk dan kepala keluarga Desa Kadawung


            Jumlah penduduk

Jumlah Laki-laki (orang)

3.842

Jumlah Perempuan (orang)

3.714

Jumlah Total (orang)

7.556

Jumlah Kepala Keluarga (KK)

2.253

Kepadatan penduduk (Jiwa/KM2)

496

 

            Komposisi usia penduduk

Laki-Laki

 

Perempuan

 

Usia 0 – 6 Tahun

228

Usia 0 – 6 Tahun

345

Usia 7 – 12 Tahun

309

Usia 7 – 12 Tahun

331

Usia 13 – 18 Tahun

369

Usia 13 – 18 Tahun

397

Usia 19 – 25 Tahun

386

Usia 19 – 25 Tahun

402

Usia 26 – 40 Tahun

848

Usia 26 – 40 Tahun

893

Usia 41 – 55 Tahun

660

Usia 41 – 55 Tahun

604

Usia 56 – 65 Tahun

339

Usia 56 – 65 Tahun

351

Usia 66 – 75 Tahun

274

Usia 66 – 75 Tahun

257

Usia > 75 Tahun

430

Usia > 75 Tahun

134

Jumlah

3.413

Jumlah

3.580

 

            Tingkat Pendidikan Masyarakat

Tingkatan Pendidikan

Laki-Laki (orang)

Perempuan (orang)

Jumlah (orang)

Tamat SD/sederajat

374

320

694

Tamat SMP/sederajat

238

221

459

Tamat SMA/sederajat

228

274

502

Tamat D-1/sederajat

7

8

15

Tamat D-3/sederajat

34

25

59

Tamat S-1/sederajat

73

69

142

Tamat S-2/sederajat

9

5

14

Jumlah total

963

922

1885

 

 


Usaha Kerupuk Melarat: Mengangkat Ekonomi Desa Kadawung

 

Proses Pembuatan Kerupuk Melarat

Desa Kadawung, Kecamatan Pabuaran, dikenal dengan kekayaan budaya dan potensi alamnya yang melimpah. Salah satu potensi ekonomi yang kini semakin berkembang di desa ini adalah usaha kerupuk melarat. Sebagai salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kerupuk melarat tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat tetapi juga menjadi ikon kuliner khas yang memikat hati banyak orang.


Sejarah dan Asal Usul Kerupuk Melarat

Kerupuk melarat memiliki sejarah yang unik dan panjang, yang konon berasal dari masa penjajahan. Nama "melarat" sendiri bermakna "miskin," yang mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat pada saat itu. Dalam keterbatasan bahan, masyarakat Kadawung menciptakan kerupuk ini sebagai alternatif makanan ringan yang ekonomis namun lezat. Kerupuk ini biasanya digoreng dengan pasir panas, bukan minyak, sehingga lebih murah dan rendah lemak.


Proses Pembuatan yang Unik

Proses pembuatan kerupuk melarat cukup sederhana namun membutuhkan ketelitian. Bahan utama yang digunakan adalah tepung tapioka, yang kemudian diolah dengan bumbu-bumbu tradisional hingga menjadi adonan. Adonan ini dipotong tipis-tipis, dijemur hingga kering, lalu digoreng menggunakan pasir panas. Penggunaan pasir panas inilah yang membuat kerupuk melarat memiliki cita rasa dan tekstur yang khas, berbeda dari kerupuk lainnya.


Peran UMKM dalam Perekonomian Desa

Usaha kerupuk melarat di Desa Kadawung kini telah menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi warga. Banyak keluarga yang terlibat dalam proses produksi, mulai dari pembuatan hingga pengemasan. Dengan adanya dukungan dari pemerintah desa dan berbagai pihak, usaha ini terus berkembang dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Selain itu, kerupuk melarat juga menjadi produk unggulan yang dipromosikan dalam berbagai acara dan pameran, baik di tingkat lokal maupun nasional. Produk ini berhasil menarik perhatian banyak konsumen, terutama karena keunikannya dan cita rasa tradisional yang dihadirkannya.


Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun telah meraih banyak pencapaian, usaha kerupuk melarat di Desa Kadawung juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utamanya adalah persaingan dengan produk-produk kerupuk lainnya yang menggunakan teknologi modern dalam proses produksinya. Namun, dengan menjaga kualitas dan keunikan proses tradisionalnya, kerupuk melarat tetap memiliki tempat khusus di hati para konsumen.

Ke depan, diharapkan usaha ini dapat terus berkembang dengan inovasi-inovasi baru, baik dari segi rasa, kemasan, maupun pemasaran. Dengan demikian, kerupuk melarat tidak hanya akan dikenal di lingkup lokal, tetapi juga dapat menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.


Penutup

Usaha kerupuk melarat di Desa Kadawung merupakan contoh nyata bagaimana UMKM dapat berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian desa. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, kerupuk melarat diharapkan dapat terus menjadi ikon kuliner yang membanggakan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kadawung.

Visi & Misi Desa Kadawung

Visi - Misi Desa

 

VISI

"TERWUJUDNYA DESA KADAWUNG YANG MANDIRI, AMAN, NYAMAN, TERTIB, AGAMIS, DAN PRODUKTIF (MANTAP) MENUJU SUBANG JAWARA (JAYA, ISTIMEWA, DAN SEJAHTERA)"


MISI

  1. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Baik dengan mengedepankan Pelayanan yang Maksimal serta Melaksanakan Prinsip Tata Pemerintahan Desa yang Akuntabel, Transfaran, Profesional, Efektif dan Efisien;
  2. Melanjutkan Program Pembangunan di Desa Kadawung hingga tuntas;
  3. Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Kadawung melalui Penciptaan Lapangan Kerja seluas-luasnya;
  4. Menigkatkan Kesehatan dan Kebersihan Masyarakat Desa Kadawung;
  5. Mewujudkan Sarana dan Prasarana Olahraga yang memadai;
  6. Membangun Mental Spiritual Masyarakat Desa Kadawung untuk mewujudkan Desa Kadawung yang Religius;
  7. Meningkatkan Pembangunan Pendidikan di desa Kadawung;
  8. Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban di lingkungan Desa Kadawung;
  9. Mengupayakan Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) Desa kadawung;